Hasil Forum Diskusi Kawanua 2002
Dalam rangka memperingati HUT ke-3 “Kawanua USA”, kami telah menyelenggarakan “Forum Diskusi Kawanua 2002” pada tanggal 19 Mei 2002 bertempat di Hilton Hotel, Ontario, California, Amerika Serikat. Forum dihadiri oleh kurang lebih 200 warga dan wakil masyarakat kawanua dari 8 negara masing-masing dari Negeri Belanda, Jerman, Australia, Canada, Perancis, Singapore, Indonesia dan dari seluruh AS.
“Forum Diskusi Kawanua 2002” telah dibuka dan dihadiri sampai selesai oleh Gubernur Sulawesi Utara Drs. A.J.Sondakh, Walikota Manado Drs. Wempie Frederik, dan juga mantan Gubernur Sulut dan Ketua Umum Maesa Jakarta Letjen (Purn) E.E.Mangindaan yang menjadi salah satu anggota tim perumus. Juga hadir Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua se-Jabotabek Benny Tengker. Hasil dari diskusi forum tersebut kami sampaikan di bawah ini.
SUARA FORUM DISKUSI KAWANUA USA 2002
Puji dan syukur kepada yang mahabesar Tuhan Allah atas terselenggaranya Forum Diskusi Kawanua USA 2002 di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tanggal 19 Mei 2002. Terima kasih diucapkan kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan terselenggaranya forum ini, terutama kepada para tamu kawanua dari berbagai tempat di muka bumi, baik yang kini bermukim tetap di tanah Minahasa maupun yang sedang berada di luar tanah Minahasa maupun di mancanegara di luar USA.
Forum diskusi ini telah menjadi salah satu sarana yang walaupun langka tetapi sangat penting bagi penuangan keprihatinan bersama warga kawanua di luar negeri, terutama di USA, terhadap keadaan kini dan masa depan masyarakat dan daerah Minahasa.
Sungguh disadari bahwa kendati jarak ruang yang jauh memisahkan banyak warga kawanua dari negeri asalnya, rasa kecintaan dan keinginan untuk membangun tanah Minahasa sangat menggebu-gebu. Hal ini sangat kentara dari berbagai hal yang muncul dalam diskusi, yang walaupun sangat singkat waktunya tetapi telah memberi ruang untuk penuangan banyak hal, gagasan dan usulan. Hadirnya sejumlah tokoh Minahasa yang kini duduk dalam pemerintahan provinsi Sulawesi Utara maupun kota Manado maupun Bitung, telah memungkinkan terjadinya dialog yang kreatif dan interaktif bagi usaha-usaha nyata untuk membangun masyarakat di tanah adat Minahasa.
Terhadap situasi ke-Minahasa-an saat ini, forum diskusi menyadari perlunya usaha yang sistematis dan terbuka bagi suatu proses klarifikasi mengenai identitas “Orang Minahasa” (Minahasan People) demi kelanjutan eksistensinya di masa depan. Sungguh unik bahwa yang namanya “Orang Minahasa” sebenarnya mencakup sedikitnya delapan kelompok suku-bangsa sejak lama telah hidup bersama dalam kesetaraan egaliter. Keunikan yang tiada bandingannya di dalam kebersamaan bangsa Indonesia ini kiranya bisa terus-menerus menjadi ciri identitas ke-Minahasa-an, kini dan di masa depan.
Forum juga mengidentifikasi adanya ancaman-ancaman riil di dalam kebersamaan bangsa Indonesia kini yang bisa mengancam eksistensi “Orang Minahasa”. Beberapa ancaman bisa disebutkan yaitu: adanya konflik berkelanjutan yang bernuansa agama masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia; adanya kemerosotan akhlak masyarakat yang nyata dari rendahnya sikap hormat antar sesama bangsa Indonesia dan kurang dihargainya nilai-nilai kemanusiaan akibat pembedaan suku, ras, agama dan golongan yang semakin menonjol dewasa ini; semakin mudahnya konflik-konflik sosial dipicu serta tidak berdayanya aparat menegakkan hukum secara adil dan bertanggungjawab; serta semakin kuatnya kecenderungan-kecenderungan politik yang mengancam integritas konstitusi dan dasar negara.
Terhadap keadaan masyarakat di tanah Minahasa forum juga menilai rendahnya daya saing sumber daya manusia Minahasa dalam ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan di arena nasional dan internasional.
Forum diskusi sependapat tentang perlu adanya paradigma baru untuk mempertahankan identitas ke-Minahasa-an serta perlunya menetapkan visi jangka panjang bagi langgengnya eksistensi Minahasa serta formulasi strateginya. Kawanua USA sebagai pemrakarsa forum diskusi mengajak semua pihak yang prihatin akan masa depan dan eksistensi “Orang Minahasa” untuk melanjutkan diskusi ini dalam kata dan karya bagi kesejahteraan seluruh rakyat Minahasa. Karena itu sangat penting untuk terus-menerus mengamati dengan tekun perkembangan kehidupan politik di Indonesia dengan tetap konsekuen dan konsisten dalam perjuangan bagi demokrasi dan keadilan di dalam negara kesatuan Republik Indonesia; mencermati perkembangan globalisasi dengan tetap awas pada tuntutan-tuntutan persaingan global. “Orang Minahasa” perlu terus-menerus membuktikan ketegaran dan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan, sebagaimana terbukti di masa lalu.
Potensi warga kawanua untuk membina hubungan dengan masyarakat internasional dan global dalam bentuk-bentuk kerjasama ekonomi perlu dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tidak bisa dipungkiri bahwa eksistensi dan survival “Orang Minahasa” di masa depan sangat tergantung dari pemecahan berbagai masalah mulai dari ekonomi, sosial, kebudayaan dan pendidikan yang ada kini.
Atas dasar diskusi ini forum menganjurkan kepada warga Kawanua yang duduk dalam pemerintahan di provinsi Sulawesi Utara untuk segera mengambil berbagai langkah dan tindakan yang mampu segera mendorong perkembangan ekonomi rakyat di daerah dan tanah Minahasa, meningkatkan kesejahteraan, mutu pendidikan dan stabilitas masyarakat umum dan mencanangkan usaha-usaha mempertahankan eksistensi Minahasa dan nilai-nilai budayanya di masa depan.
Paling mendesak untuk segera diberi perhatian adalah dunia pendidikan yang menurut pengamatan forum membutuhkan reformasi falsafah dan restrukturisasi sistem serta metodenya. Pendidikan budi pekerti dan mental harus menjadi “tiang awan” yang akan mengembalikan identitas ke-Minahasa-an yang tahu menghargai kemanusiaan dan menghormatinya dalam kata dan karya. Prinsip egaliter yang menjadi ciri budaya Minahasa harus nyata dalam partisipasi “Orang Minahasa” memperjuangkan demokrasi dan keadilan bagi semua orang. Dunia pendidikan harus segera memberi perhatian utama pada pendidikan kemanusiaan dan budi pekerti.
Forum diskusi juga berpendapat betapa pentingnya di era persaingan global saat ini untuk mengangkat derajat pekerjaan-pekerjaan yang selama ini dianggap rendah seperti perawat, montir, dan tukang, melestarikan jenis-jenis ilmu/ketrampilan tradisionil dan non-formal, melakukan pembinaan mental dan budi pekerti, dimulai dari sekolah-sekolah keguruan untuk meningkatkan disiplin diri dan tatatertib; menetapkan Bahasa Inggris sebagai kurikulum wajib mulai tingkat SD; menyusun program latihan teknologi informasi intensif untuk anak-anak Minahasa yang berbakat; meningkatkan mutu guru dan sarana pendidikan; serta memprioritaskan perbaikan kesejahteraan guru.
Terhadap bidang ekonomi, forum menilai pentingnya daerah Minahasa menjadi pelopor dan teladan dalam hal good governance; perlunya perbaikan infrastruktur, intensifikasi Public Relation dan promosi; penggalakan produksi unggulan; peningkatan kelancaran dan efisiensi perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan petani/nelayan/produsen; membentuk perusahan daerah yang go public untuk mengelola produksi lokal; meningkatan hubungan ekomomi internasional serta meningkatan ekonomi lokal berwawasan lingkungan.
Forum diskusi menyadari bahwa apa yang berlangsung di Los Angeles ini hanyalah sebuah partisipasi kecil bagi pemikiran besar mengenai eksistensi dan masa depan “Orang Minahasa”. Tetapi besar harapan, kiranya sumbangsih kecil ini bisa menjadi salah satu batu penjuru bagi kesejahteraan Minahasa, kini dan nanti, sejauh waktu berkenan. Terpujilah Dia yang telah menciptakan “Orang Minahasa” menjadi berkat di tengah bangsa-bangsa di muka bumi.
a.n. Forum Diskusi Kawanua USA di Los Angeles, 19 Mei 2002
Pengurus “Kawanua USA”
(Ikatan Masyarakat Kawanua se-Amerika Serikat)
Bookmark
Email this
Hits: 221
Comments (0)
Subscribe to this comment's feedShow/hide comments
Write comment
