''Kawanua USA'' Beri Penghargaan Kepada Dubes
Pada gambar tampak dari kiri ke kanan: Kepala Bidang Penerangan KBRI Mahendra Siregar, Ketua Panitia "Malam Kawanua USA 2001" George Tirajoh, Kadapol Sulut Brigjen Drs Erald Dotulong, Ketua BP3 Sulut Prof.Dr.Lucky Sondakh, Ketua Umum "Kawanua USA" Emile Mailangkay, Duta Besar Prof.Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Sekretaris Provinsi Sulut Drs. Jan Mailangkay, Walikota Manado Drs. Wempie Frederik dan Duta Besar/Wkl Kepala Perwakilan T.A.Samodra Sriwijaya. (click pada gambar untuk melihat ukuran besarnya)
Penghargaan diberikan atas bimbingan dan perhatian besar yang telah ditunjukkan Dubes kepada organisasi ini sejak didirikannya dua tahun lalu serta kesediaan Dubes menjadi pelindung Kawanua USA, sekaligus sebagai kenang-kenangan berhubung masa tugas Dubes sudah akan berakhir bulan Juni 2001 ini.
Pada saat makan malam yang dihadiri para petinggi provinsi Sulut, Wakil Ketua Umum Kawanua USA wilayah Washington DC Bernhard Lapian, ketua Panitia penyelenggara "Malam Kawanua USA 2001" George Tirajoh, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum Kawanua USA, Meike Sumanti-Laoh dan Anna Mamesah-Kaseger, serta staf KBRI, Dubes memberikan pengarahan tekhnis mengenai pelaksanaan forum bisnis yang akan digelar keesokan harinya di gedung KBRI. Dubes menyatakan kegembiraanya atas diadakannya forum bisnis oleh warga Kawanua di AS, suatu prakarsa yang baru pertama kali diambil oleh organisasi masyarakat untuk menunjang pembangunan daerahnya. Dubes yang sangat mengetahui seluk beluk provinsi Sulut dalam pertemuan ini banyak memberikan masukan mengenai hal-hal yang perlu dikerjakan untuk membangun provinsi Sulut, termasuk penyediaan tenaga-tenaga trampil untuk mengelola pelabuhan Bitung dan bandara Sam Ratulangi yang sangat berpotensi itu. Dubes berjanji akan terus membantu provinsi Sulut dalam upaya pembangunannya.
Hal kedekatan Dubes dengan Sulawesi Utara atau Minahasa ini kembali diungkapkannya, disebabkan oleh pendidikan yang pernah dikecapinya di sekolah menengah Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) di Jakarta yang didirikan oleh Dr.Ratulangi, dengan guru-guru sekolah asal kawanua sepeti Tendean, Kaloke dan lain-lain yang telah menjadikannya orang yang berhasil. Pada perayaan HUT Kawanua USA yang pertama bulan Mei tahun lalu (2000) di New York, Dubes mengatakan bahwa tanpa pendidikan yang diperolehnya di sekolah KRIS tersebut dia tidak akan berdiri di hadapan masyarakat kawanua di New York sebagai Duta Besar RI di AS.
Dalam kesempatan malam itu Dubes menghimbau warga kawanua untuk turut memberikan bantuan finansial kepada sekolah KRIS yang sekarang sedang dipugar. Dubes juga mengungkapkan bahwa rumah kediaman Dubes yang dibeli oleh pemerintah RI pada tahun 1950 tersebut adalah bekas rumah kediaman Menteri Pertahanan AS. Dan di dalam ruang makan tersebut banyak keputusan penting telah di ambil ketika AS menghadapi Perang Dunia ke-2. Dubes berharap kiranya pertemuan pertama para pemuka kawanua serta keputusan yang diambil di ruang yang sama pada malam tersebut untuk membangun provinsi Sulut dapat dikenang dalam sejarah Sulut, dan dapat membuahkan hasil yang nyata.
Sebelum makan malam dimulai, Dubes menjamu para tamu di halaman belakang rumah kediamannya yang dikelilingi oleh taman alam national forest milik pe merintah negara bagian Washington DC. (IJ)
Bookmark
Email this
Hits: 238
Comments (0)
Subscribe to this comment's feedShow/hide comments
Write comment
