Saturday, July 31, 2010

HUT ke-2 Kawanua USA Diperingati di Washington DC

Ulang tahun organisasi mayarakat Minahasa se-Amerika Serikat "Kawanua USA" telah diperingati di Washington DC dengan menggelarkan acara resepsi dan malam budaya pada hari Sabtu 26 Mei, acara keluarga dan ibadah padang pada hari Minggu 27 Mei dan Business Forum memperkenalkan Sulawesi Utara kepada masyarakat bisnis setempat pada hari Selasa 29 Mei 2001. Resepsi yang berupa sitting dinner dilangsungkan di Four Points Hotel Bethesda, dihadiri oleh lebih 500 warga kawanua setempat serta undangan. Resepsi dihadiri oleh Duta Besar RI di AS Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dan istri, Duta Besar/Wakil Kepala Perwakilan T.A.Samodra Sriwijaya dan istri serta staf dan keluarga KBRI Washington DC lainnya.Dari pihak provinsi Sulawesi Utara hadir Sekretaris Provinsi Jan Mailangkay dan istri, Kapolda Sulut Brigjen Erald Dotulong, Walikota Manado Wempie Frederik dan istri. Dubes dan para tamu saat memasuki ruangan diiringi kelompok penari Kabasaran Minahasa.
Musik kolintang dibawah pimpinan Donny Tuju yang mengalunkan lagu doa Opo Wananatas dan beberapa lagu daerah Minahasa lainnya membuat suasana di Bethesda tersebut benar-benar bernuansa kawanua. Sebelum makan malam dimulai, Ketua Umum Kawanua USA Emile Mailangkay menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada para pemuka dari provinsi Sulawesi Utara yang telah datang ribuan mil dari Sulut untuk menghadiri HUT ke-2 Kawanua USA di Washington DC. Kepada Dubes Dorodjatun Kuntjoro-Jakti yang adalah juga pelindung Kawanua USA, Ketua Umum menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang telah diberikan kepada Kawanua USA sejak organisasi ini didirikan dua tahun lalu.
Tidak lupa ia juga menyampaikan penghargaan kepada Wakil Ketua Umum Kawanua USA wilayah Washington DC Bernhard Lapian dan ketua Panitia Penyelenggara "Malam Kawanua USA 2001" George Tirajoh serta seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara peringatan HUT Kawanua USA yang ke-2 tersebut.

Setelah makan malam, telah dilangsungkan peragaan busana pengantin Minahasa dan busana daerah Minahasa lainnya yang diselenggarakan oleh perancang busana ternama Joan Henuhili-Raturandang, bersama penata rias Anke Tassyam dan penata rambut Uce Tassyam dari Jakarta.
Acara malam itu juga diisi dengan pemilihan "Nyong dan Noni Kawanua USA 2001". Kontes yang baru pertama kali diadakan ini diikuti oleh empat gadis dan dua pemuda Minahasa. Dan sesudah dewan juri memberikan penilaian terhadap penampilan dan ketrampilan para peserta, dengan mangajukan beberapa pertanyaan umum, telah keluar sebagai "Nyong Kawanua USA 2001", Erik Maradona Tuju dari New York. Erik lahir di Jakarta tgl. 8 Juli 1982, dan sudah empat tahun berada di AS. Putra dari Donny & Leyda Tuju-Rombot yang berasal dari Kakas - Tompaso ini baru saja menyelesaikan High School di New York. Sebagai "Noni Kawanua USA 2001" telah terpilih Cherry Mawikere dari Dover, New Hampshire. Cherry yang masih duduk di kelas 3 High School di Dover lahir di Jakarta 12 Desember 1983 dan adalah putri dari John dan Joice Mawikere-Kalalo dari Rembokan-Kakas yang saat ini menetap di Dover New Hamshire.
Acara terakhir malam tersebut berupa accara bebas dan dimulai dengan polines yang dipimpin oleh Wkl. Ketua Umum Kawanua USA New York, John G. Laloan bersama band "Aquarius" dengan penyanyi-penyanyi kondang Linda Lapian, Irma Pane, Natalia Angkuw dan Errol Tandaju.

Ibadah Padang Keesokan harinya telah dilangsungkan ibadah bertempat di Gaitherburgh City Hall Park di Maryland, dihadiri sekitar 300 warga kawanua, antara lain walikota Manado Wempie Frederik dan rombongan. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Nico Lewier sedang firman dilayani oleh Pdt. Albert Ticoalu. Ibadah dan acara keluarga ini telah berlangsung akrab dan menggembirakan sekalipun sempat terganggu oleh hujan lebat dan angin kencang yang membuat sebagian hadirin basah kuyup, termasuk walikota Manado. "Ini adalah hujan berkat untuk Kawanua USA," kelakar seorang peserta. "Kalu nyanda ujang bagini, nanti nyanda da cirita for Manado," kata seorang lain.

Forum bisnis. Pada hari Selasa 29 Mei pagi, bertempat di multimedia room KBRI Washington DC telah dilangsungkan presentasi mengenai potensi bisnis dan investasi di Sulawesi Utara di hadapan sekitar 60 peserta dan pengusaha setempat. Forum dibuka dengan resmi oleh Sekprov Jan Mailangkay mewakili Gubernur Sulawesi yang berhalangan hadir.
Para panelis terdiri dari Duta Besar Prof.Dr.Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, mantan DCM kedutaan AS Jakarta Barbara Harvey yang kini adalah staf pengajar pada Georgetown University, Prof. Dr. Lucky Sondakh, Kapolda Sulut Brigjen Pol. Erald Dotulong, Walikota Manado Wempie Frederik, dengan Kepala Bidang Penerangan Mahendra Siregar sebagai moderator. Duta besar dalam presentasi ini antara lain mengungkapkan bahwa pelabuhan Bitung yang merupakan salah satu aset yang terlupakan adalah satu-satunya pelabuhan alam yang berpotensi menerima kapal kontainer berkapasitas 10.000 ton keatas karena kedalaman lautnya.
Dubes menggambarkan padatnya lalulintas kapal yang harus melintasi perairan Indonesia melalui Selat Malaka yang saat ini dilalui oleh 3000 kapal per hari, Selat Sunda dan Selat Lombok. 40% dari muatan laut harus melalui perairan Indonesia dalam perjalanannya dari Asia ke Timur Tengah pulang pergi, dan 60% kebutuhan minyak Asia Timut Laut harus diangkut melalui perairan Indonesia. Dengan memperhatikan lokasi geografisnya, pelabuhan Bitung bila dikembangkan, sekali waktu akan menjadi pelabuhan yang sangat penting untuk konsilidasi muatan laut.
Dan karena daerah Bitung adalah juga salah satu daerah yang kaya dengan kehidupan laut, Bitung sekali waktu dapat menjadi salah satu daerah penting untuk aqua-culture menggunakan biotechnology karang laut (coral reef). Sulawesi Utara dapat menjadi pusat dari aqua culture di Indonesia dan masih berpotensi untuk banyak lagi agri-business lainnya.

Dubes mengatakan bangga mempersembahkan forum ini sebagai yang pertama yang diprakarsai oleh KBRI dalam mempersembahkan Indonesia dari sudut daerah, karena ia percaya bahwa paradigma dari Indonesia di waktu yang akan datang adalah bahwa melalui daerah yang kuat Indonesia akan menjadi kuat. "I am proud to announce that this is the first exercise the Embassy initiated to present the case of Indonesia from the angle of the regions, as the paradigm of the future of Indonesia is that through strong regional governments, we are going to be a strong and better Indonesia."

Kadapol Erald Dotulong dalam presentasinya menggunakan overhead projector yang telah disiapkan dengan baik membuka presentasi dengan mengatakan bahwa sebagai salah seorang yang sangat bertanggungjawab terhadap keamanan di Sulut, ia boleh hadir di forum ini oleh karena di Sulut aman-aman saja. Jendaral berbintang satu ini menggambarkan situasi di Indonesia, khususnya konflik yang telah terjadi dalam tiga tahun terakhir di Sampit, Kalimantan Barat, Poso, Ambon, Maluku Utara dan bahkan di Filipina Selatan. Konflik ini terjadi di daerah sekeliling Sulawesi Utara dan tidak terjadi di Sulawesi Utara.
Bahkan angka menunjukkan bahwa pengungsi yang datang dari Poso dan Maluku berjumlah 37.000 orang. Mengapa mereka datang ke Sulut? "Because in North Sulawesi they can find peace and security." Bahkan sebagian lain para pengungsi membawa harta kekayaan dan uang mereka dan membuka usaha di Sulawesi Utara, jelas Dotulong.
Ia juga memperagakan statistik kepolisian yang menunjukkan penurunan angka kriminal di Sulut sampai 40% dalam empat bulan terakhir. Kestabilan dan keamanan di Sulut juga disebabkan oleh adanya kerukunan antar umat beragama di daerah tersebut. Oleh karena itu Kadapol mengajak para peserta forum untuk datang ke Sulawesi Utara. "Welcome to North Sulawesi".

Forum bisnis yang diprakarsai oleh Kawanua USA bekerjasama dengan KBRI, USINDO dan US-Asean Business Council ini telah mendapat perhatian besar dari kalangan masyarakat dan pengusaha setempat. Presentasi berlangsung sekitar dua jam, dan dilanjutkan di ruang lain dengan pertemuan "one on one" dan makan siang yang disediakan oleh PT. Newmont Minahasa Raya. Dubes mengatakan, forum bisnis yang digelar kali ini mempunyai sifat yang unik karena diprakarsai oleh masyarakat Indonesia setempat dan bukan oleh pemerintah daerah.
Menurut rencana, forum serupa akan diadakan di Los Angeles pada bulan Mei tahun 2002 sebagai salah satu acara dalam rangkaian peringatan HUT ke-3 Kawanua USA.(IJ)

Comments (0)

Subscribe to this comment's feed

Show/hide comments

Write comment

smaller | bigger
security image
Write the displayed characters

busy

Articles_

Perpisahan Wanita Kawanua USA dengan Bapak Konjen RI Los Angeles

article thumbnail

Bagi Wanita Kawanua USA dan organisasi induk Kawanua USA, hari Sabtu 12 Juni 2010 merupakan hari yang tidak mudah terlupakan. Kegembiraan dan kebahagiaan terpancar di wajah setiap orang kawanua yan [ ... ]


Wanita Kawanua USA adakan kunjungan kehormatan kepada Konjen RI Los Angeles

article thumbnail

Pada tanggal 27 Mei 2010 pagi para pengurus Wanita Kawanua USA, dipimpin oleh Ketua Umum Kawanua USA Emile Mailangkay mengadakan kunjungan kehormatan kepada Konsul Jenderal RI di Los Angeles Bpk. Su [ ... ]


Generasi Muda Kawanua USA (GM-KUSA) Diresmikan

article thumbnail

Pada tanggal 1 Mei 2010, Ketua Umum Kawanua USA Emile Mailangkay telah meresmikan Pengurus “Generasi Muda Kawanua USA” masa bakti 2010-2012 dengan susunan sebagai berikut:
Pelindung: Emile Mailangk [ ... ]


“Wanita Kawanua USA” Terbentuk di Los Angeles

article thumbnail

Berawal dari keinginan untuk tidak terputus hubungan antar para ibu-ibu kawanua setelah selama k.l. lima bulan berlatih tarian Line Dance Walts dan Cha-cha  bersama-sama dan tampil pada perayaan Kunc [ ... ]


Other Articles

© Copyright 2009, All Rights Reserved - Kawanuausa.org | Phone : (909) 355-5474 / (909) 355-5587 | info@kawanuausa.org